POCO M3 Pro 5G dihadirkan untuk mendorong adopsi teknologi 5G

POCO Indonesia berpartisipasi dalam mempercepat peluncuran teknologi 5G di tanah air. Yakni melalui POCO M3 Pro 5G, ponsel 5G yang terjangkau namun menawarkan dukungan terkini.

Dengan POCO M3 Pro 5G yang memiliki kemampuan dual 5G, pengguna kini dapat mengakses internet lebih cepat di area yang tercakup oleh jaringan 5G super cepat.
Baca juga

WhatsApp Kini Permudah Transfer Obrolan dari Android ke iPhone, Begini Caranya
Perkiraan tanggal rilis OB35 Advance Free Fire Server, pemain dapat mendaftar
Diperkirakan punah, para ilmuwan mengumumkan spesies kura-kura langka dari seabad yang lalu
Beberapa pengguna Instagram Stories mengeluh tentang bug, Stories muncul kembali meskipun terlihat
Jadwal Playoff MSC 2022 Mobile Legends Hari Ini: RRQ Hoshi vs Todak

Seperti dilansir kami sosial, pengguna internet tanah air mencapai 204,7 juta pada Januari 2022, meningkat pesat 54,25% dibandingkan 5 tahun sebelumnya. Dibandingkan dengan jumlah penduduk, penetrasi internet di Indonesia juga meningkat pesat, mencapai 73,7% dibandingkan 50% pada tahun 2018.

“Selain perkembangan yang ditunjukkan oleh tren ini, POCO menyadari kebutuhan akan akses Internet yang lebih cepat. Oleh karena itu, kami juga meluncurkan smartphone 5G dengan harga ekstrim, seperti POCO M3 Pro 5G, yang dapat membawa teknologi terkini seperti 5G ke berbagai kalangan,” ujar Andi Renreng, Marketing Director POCO Indonesia.

Di bawah ini adalah beberapa perbedaan antara jaringan 5G dan 4G, yang menjadi alasan penting bagi pengguna internet saat ini.
POCO M3 Pro 5G. (POCO Indonesia)

Kecepatan akses internet

Kecepatan tertinggi 4G tercatat hingga 100Mbps, meski rata-rata berada di kisaran 35Mbps. Jauh dari 5G, yang bisa mencapai kecepatan hingga 10Gbps dengan penggunaan umum rata-rata hingga 3Gbps.
menutup
arrow_forward_iosBaca selengkapnya
Didukung oleh GliaStudio

Namun, ada lompatan kecepatan hingga 100x di antara kedua jaringan.

latensi

Latensi penting bagi orang yang menggunakan aplikasi atau perangkat berbeda yang terhubung ke internet. Latensi adalah skala waktu yang diperlukan untuk mentransfer data ke perangkat.

Semakin rendah persyaratan waktu, semakin rendah penundaan saat mengakses Internet. Jaringan 4G memiliki latensi sekitar 50ms, sedangkan jaringan 5G dapat mengurangi latensi hingga 1ms.

Dengan jaringan 5G, pengguna dapat menggunakan lebih banyak aplikasi dan memindahkan lebih banyak perangkat dari jarak jauh secara real time, dengan pemrosesan data dan perintah melalui cloud.

lebar pita

Bandwidth atau bandwidth yang lebih besar merupakan keunggulan 5G dibandingkan 4G. Ini karena 5G menggunakan spektrum yang lebih luas, atau frekuensi radio.

Jaringan 5G dapat beroperasi pada spektrum tinggi (mmWave) antara 30 GHz hingga 300 GHz, sedangkan 4G berada pada bandwidth yang lebih sempit, yakni 600 MHz hingga 2,5 MHz.
Poco M3 Pro 5G. (Poco Indonesia)

cakupan wilayah

Dibandingkan dengan cakupan 4G yang sudah relatif merata, peningkatan penggunaan 5G masih mengerem keterbatasan cakupan area di beberapa lokasi di kota-kota besar, seperti: mis.:

Jabodetabek
bandung
Batam
Balikpapan
Makassar
Surakarta
Surabaya
Denpasar
Medan

Kabar baiknya, pemerintah juga sudah memiliki rencana pengembangan 5G dalam Permen No 2 Tahun 2021.

Salah satu rencana yang menjadi sorotan adalah pengembangan 5G di seluruh ibu kota provinsi di pulau Jawa dan lima destinasi wisata teratas. Hal ini membuat kehadiran ponsel dengan teknologi 5G menjadi relevan dan tahan terhadap masa depan.

POCO sebagai brand smartphone Tanah Air juga terus mendukung tren adopsi 5G dengan menghadirkan berbagai inovasi smartphone 5G, termasuk POCO M3 Pro 5G sebagai smartphone berkemampuan 5G yang ditawarkan dengan spesifikasi dan harga paling ekstrem.

Sumber :

Rate this post