Kepala Dinas Pendidikan: Tatap Muka KBM Pengamanan di Bekasi Menunggu Izin Kemendikbud

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengaku telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait rencana Kegiatan Belajar Mengajar Pribadi (KBM).

“Kemarin sudah dikirim ke Kemendikbud. Ya, surat terkait rencana KBM tatap muka,” ujarnya saat dihubungi, Senin (16/11/2020).

Kini Dinas Pendidikan Kota Bekasi tinggal menunggu surat balasan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Suara Guru, Orang Tua dan Siswa yang Ingin Sekolah Tatap Muka di Kota Bekasi

Jika Kemendikbud memberikan sinyal positif terhadap rencana kehadiran KBM, kegiatan simulasi dipastikan akan dilakukan pada Desember 2020.

Inayatullah juga yakin Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mendukung rencana ini karena jumlah positif Covid-19 di Kota Bekasi lebih rendah dari jumlah pasien yang sembuh.

“Pokoknya kita menunggu hasil dari Kemendikbud. Kami tidak tahu (tulisan) itu sejauh mana (Kemendikbud),” jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan ke dalam email Anda.
email pendaftaran

Terkait rencana regulasi simulasi belajar mengajar tatap muka, Inayatullah mengaku masih membahas hal tersebut secara internal dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Apa pun terkait protokol kesehatan, lanjut Inayatullah, akan dibicarakan dengan dinas kesehatan.

Selain itu, Inayatullah belum menancapkan nama-nama sekolah yang ditunjuk untuk simulasi KBM pribadi.

Baca Juga: 90 Persen Orang Tua Siswa di Bekasi Disebut Setuju Dengan Simulasi KBM Tatap Muka

“Nama-nama sekolah itu kami diskusikan dengan Kemendikbud, juga dengan tim kesehatan, KPAI, Satpol PP dan kemudian Camat,” jelasnya.
Hal ini diumumkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sebelumnya, Dirjen PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jumeri menyatakan, Kota Bekasi seharusnya tidak diizinkan menggelar simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Desember.

Pasalnya, Kota Bekasi baru saja ditetapkan sebagai zona merah Covid-19 pada bulan ini.

Sementara itu, dalam Surat Keputusan Bersama (SKB), keempat menteri tersebut telah menetapkan kawasan dengan zona merah yang tidak diperbolehkan melakukan simulasi KBM pribadi. Namun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengizinkan Pemkot Bekasi melakukan proses secara terbatas.

Baca Juga: Kemendikbud Izinkan Pemkot Bekasi Uji Coba KBM Pribadi Terbatas Meski Masih Zona Merah

“Seharusnya belum dibuka (simulasi KBM). Tapi terbatas, upaya sangat terbatas dimungkinkan. Tapi harus sangat dibatasi di bawah pengawasan ketat,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (12/11/2020).

Jumeri mengatakan terbatas, dari segi jumlah anak di kelas dan jumlah sekolah yang mengikuti simulasi.

“Sekolah perlu mempersiapkan diri dengan baik untuk memberikan best practice agar kelak dapat ditiru oleh sekolah lain dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran tersebut,” kata Jumeri.

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id

Rate this post